Make your own free website on Tripod.com

CERITA KE 1 :

Saya kenal degan ira diinternet, kita komunikasi lewat hp dan sms selama kenalan, dia ingin bertemu dengan saya, sampai datang sendirian ketempat rumah saya, diluar kota bandung, ira datang kerumah saya dibanjar sendirian, dia bertemu dan kenalan dengan saya dan keluarga saya, kita jadian dirumah saya, dia sampai mau menginap dirumah saya selama 6 hari, tanpa tahu orang tuanya, terus saya jalan hubungan dengan dia, saya sampai pernah menginap dikostnya ira dibandung, orang tua ira tidak mengetahui saya pacaran dengan saya, saya sebenarnya tidak ingin pacaran orang tuanya ira tidak mengetahuinya, sedangkan orang tua saya juga sudah mengetahuinya, ira sampai berbohong kepada orang tua saya bahwa orang tua nya tahu ira pacaran dengan saya padahal tidak mengetahuinya, sampai saya tidak tahu apalagi kenal dengan adiknya yang kuliah dibandung juga, berarti dia sudah takut kalau diketahui oleh orang tuanya, kalau saya mau jahat dari awal saya pacaran saya mungkin sudah melakukan hal yang tidak baik kepada ira, ira sampai bilang jangan hancurin hati dia dan orang tuanya tentang masalah ini, saya sampai saat ini pun belum pernah kasih tahu kepada orang tuanya padahal saya tahu alamat dan rumah telepon orang tuanya. Saya sebenarnya tidak ingin ada masalah ini. Saya masih bisa terima ira, saya ingin menyelesaikan masalah ini secara baik baik, karena saya masih cinta, tapi ira sampai mematikan hp nya karena takut ketahuan dan menghindar dari saya, saya diputusin tiba-tiba disms, mungkin dia bisa bicara baik-baik ketemu dengan saya, malah sampai banyak berbohong kepada saya, dengan bilang pergi kerja kebatam untuk menghindar dari saya, saya sudah lebih banyak sabar dan sakit sebenarnya. Saya pernah telepon orang tuanya, mamahnya yang bilang bahwa ira bekerja dijakarta, berarti dia sudah berbohong juga kepada saya, saya juga sempat telepon saudaranya dijakarta (adik mamahnya) om nya mengatakan ini masalah anak muda biasa, dia bukan artis atau selebritis, apa maksudnya? Saya bisa saja melakukan untuk beritahu kelakuannya kepada orang tuanya semua, tapi saya tidak tega, keluarga, saudara dari saya juga sudah tahu dan mengenal dengan ira, ira juga pernah ke Jakarta waktu saya masih dijakarta, dia sampai menginap dirumah adik mamah saya, terakhir saya mendapat berita dari email internet dari temannya sendiri mengatakan bahwa awal juli 2005 bertemu dijakarta dikawasan mangga dua, ini juga membuktikan bahwa ira masih ada dijakarta dan berbohong kepada saya.

CERITA KE 2 :

Sebelumnya saya mau jujur saja mengatakan, saya ingin menyelesaikan masalah ini, tapi ira sampai saat ini saya tidak tahu harus menghubungi ira bagaimana caranya, kalau merasa tidak megakui semua masalah ini kenapa harus menutup hpnya dan mengganti nomor hpnya. Kalau saya bohong semua apa yang saya cerita saya berani ketemu langsung dengan ira atau keluarganya atau saudaranya, saya sudah sakit hati sudah banyak dibohongi, sudah banyak sabar, malah saya pernah dikatakan gila dan mengatakannya ke saudaranya adik mamahnya dijakarta, saya bisa tuntut kepengadilan karena sudah mengatakan saya gila, saya berani periksa ke rumah sakit jiwa kalau saya sudah dikatakan gila. Ira juga pasti tidak akan mengakui semua apa yang sudah saya ceritakan, saya yakin 100% ira tidak akan mengakui dan tidak akan terus terang dan tidak akan banyak bicara, karena merasa bersalah atau takut sampai mati dia mungkin tidak akan bicara dan mengakui, tapi saya berani sumpah sampai sumpah mati sekalipun atau ketemu siapapun, kemanapun saya berani atas apa yang sudah saya ceritakan, saya berani sumpah mati saya berani demi tuhan yesus kristus, yang juga mau berkorban mati menebus dosa. Ira sebenarnya bukannya sudah tidak mau jalan lagi dengan saya, tapi dia malu dan takut atas perbuatannya sendiri yang sudah dilakukan dengan saya, seperti yang sudah saya cerita, dia datang ketempat saya, tanpa diketahui baik oleh orang tuanya, saudaranya bahkan adiknya yang dibandung saya tidak tahu sama sekali, jadi menghindar dari saya dan memutusakan dengan tidak wajar, saya mau cerita semua kelakuan ira, saya berani bersumpah atas tulisan ini saya tulis cerita ini : ira dan saya sudah sering tidur bareng kalau saya kebandung, saya sudah sering ciuman dan sebagainya, saya bisa lakukan apa saja dengan dia, saya, saya masih punya hati nurani ga sampai hamili ira, mungkin kalau sama orang yang lainnya ira sudah habis sampai hamili. Kamu boleh tanya ira dari hati yang paling dalam, bilang harus jujur, tuhan tahu segalanya apa yang sudah dilakukan dengan saya, mungkin ira tidak akan pernah mengaku atau diam dan menyangkal apa yang sudah diperbuat, dan mengatakan saya sudah gila karena mengejar-ngejar terus dia, tapi saya punya bukti sms papah saya dan sms saya yang mengatakan dia trauma atas apa yang sudah dia perbuat dan mengatakan di sms bahwa dia perempuan bagaimana yang dipandang dimata orang tua saya, masih ada smsnya saya simpan biar menjadi bukti atas pengakuan dia, mungkin orang tua, saudara semua dari papah mamah saya bahkan oma saya bisa jadi saksi. Dia pasti mempunyai banyak alasan untuk menghindar dari masalah ini, tolong bilangin ke ira saya berani bersaksi didepan siapapun, sampai saya sumpah mati saya berani, mungkin kalau dia membiarkan masalah ini terus, saya yakin ira tidak akan tenang hidupnya, sampai banyak berbohong kepada saya, dia bilang pergi kebatam dan mengatkan putus hanya lewat sms, mungkin ira bisa bicara baik-baik, kita ketemu baik-baik untuk menyelesaikan masalahnya, malah menutup hpnya dan menghindar dari saya dengan mengatakan pergi ke batam, saya juga punya bukti bahwa ira itu berada dijakarta, saya pernah telepon ke rumahnya dipadang dan yang mengangkatnya mamahnya ira sendiri dan mengatkan bahwa ira kerja dijakarta, saya berani sumpah lagi, apa ini bukan bukti bahwa dia telah berbohong dan menghindar dari saya, saya juga pernah menghubungi omnya yang dijakarta (adik mamahnya) saya membeberkan semua hubungan saya dengan ira, tapi malah membela iranya dan mengatakan ini masalah anak muda biasa, kamu jangan menghubungi ira lagi, silahkan sebarkan masalah ini dia bukan artis atau selebritis, apa maksudnya?????, dimana harga diri ira, saudaranya sendiri mengatakan begitu !!!!!!sampai tantenya bilang ira anaknya baik dimata om tantenya tapi belum tahu kelakuan dia yang sebenarnya begitu, om tantenya juga kaget, karena tidak mengetahui hubungan pacaran dengan saya, padahal omnya bilang ira sangat dekat dengan om dan tantenya itu, berarti dia takut kan, sampai saya pernah terakhir ketemu dikelapa gading mall di Jakarta saya ingin berniat main kerumah omnya saya dilarang, karena malu dengan perbuatannya itu, mungkin takut aku kasih tahu semuanya tentang kelakuan dia semuanya, saya juga pernah mengatakan ke omnya saya siap ketemu omnya saya berani bersaksi kalau perlu orang tua, keluarga, saudara saya siap semua untuk bicara, saya bilang tidak takut, kalau saya benar, tapi omnya mengatakan ga perlu, karena saya sudah kasih tahu semuanya perbuatan ira, saya percaya pasti sangat malu dengan kelakuan ira. Saya bisa lebih tega memberitahu semua perbuatannya ini ke orang tuanya, karena saya yakin orang tuanya tidak tahu saya pacaran dengan ira, malah sempat berbohong ke orang tua saya bahwa, orang tua ira tahu ira pernah datang kerumah saya dan pacaran dengan saya, mungkin foto mamah saya dengan ira dengan saya, yang pernah saya pasang di friendster, saya bisa sebarkan semua ke orang tuanya, bahkan saya punuya bukti file video kamera, tentang hubungan saya dengan ira, tapi sampai detik ini saya belum kirim atau saya telepon ke orang tuanya, saya teringat terus apa yang diakatakan ira sambil menangis dengan memohon jangan kasih tahu papah dan mamahnya, dan bilang jangan hancurkan hati perasaan dia, saya juga merasa kasian dengan ira, padahal saya tahu alamat rumahnya: jalan kampung nias 8 padang, saya juga tahu no telepon rumahnya (0751)35992, mungkin kamu bisa bantu saya untuk memberitahu semua yang sudah saya ceritakan saya berani bertanggung jawab kalau semua ini bohong, saya berani ketemu orang tuanya atau ira, tapi suatu saat saya pasti mau beritahu semuanya kalau tidak ada tanggapan, kalau kesabaran saya habis. Saya masih mau terima dia, tapi asal ada niat baik untuk maaf kepada saya, saya yang dari awal dia datang ingin ketemu dengan saya, ingin menjalin hubungan baik yang serius, saya sering ribut degan ira karena ira tidak mau pernah jujur kalau saya tanya kenapa masalahnya kalau saya tidak boleh ketemu sama keluaraga, saudara bahkan adiknya sekalipun yang kuliah dibandung saya tidak tahu, wajar kan saya ingin kenal, ira juga sudah mengenal orangtua, keluarga, saudara saya, tapi ira takut, malu mungkin, saya malah dikatakan GR oleh omnya atau saudaranya, apa itu bener ga menurut kamu, apa maksudnya??? malah menjadi begini, mungkin saya masih bisa cari cewe lain, tapi dia sudah sangat keterlaluan, apa dia ga punya rasa malu atas semua ini yang mungkin hanya mempermainkan saya, saya tidak merasa rugi karena sudah dapat semua dari dia, apa dia hanya ingin merasakan kepuasan sex saja, terus takut ketahuan semua perbutannya, harusnya dia merasa malu, saya bukannya mengejar-ngejar terus, saya ingin mengingatkan dia, biar dia merenung benar apa ga tindakannya ini dengan menutup telepon, saya masih mau memafkan dia, kalau sampai dia merasa tidak bersalah terus biar tuhan punya karma nya, saya hanya berserah pada tuhan, biar rencana tuhan yang terbaik, saya masih bisa hidup tenang mungkin ira sampai kapanpun, dimanapun atau sampai mati saya percaya tidak akan pernah lupa tentang semua ini, saya juga mungkin terima kasih karena nama saya sudah disertakan diucapkan terima kasih diskirpsinya, mungkin saya hanya bisa memberikan buku riset pemasaran kepada ira, mungkin ira tidak ingin dengan saya bukan karena masalah agama atau tidak setuju orang tua ira, tapi karena rasa malu atas perbuatannya, suatu saat saya percaya tuhan punya rencana yang terbaik, untuk menyadarkan ira, suatu saat dia pasti akan bertemu dengan saya, atau keluarga, atau saudara saya yang ada dijakarta khususnya (adik mamah saya ii saya, ira pernah nginep di tempat ii saya waktu ira ke jakarta padahal ada omnya dijakarta? takut ketauan!!!), atau teman-teman yang sudah tau semua masalah ini, yang sudah saya ceritakan semua, dia mungkin tidak tenang samapai kemanapun berada kalau tidak mau menyelasikan terus dan terus merasa takut dan malu, terakhir saya mendapat berita dari teman ira yang dijakrta, bahwa dia bertemu ira di kawasan mangga dua, ini membuktikan bahwa dia masih ada di Jakarta dan tidak ada dibatam, dan membuktikan bahwa sudah berbohong juga kepada saya, temannya ira ini pernah bilang tentang masalah ini kepada ira, ira bilang akan telepon ketemannya untuk menceritakan semua tentang saya, tapi dia bohong tidak telepon ke temannya itu, mungkin merasa malu juga, atas perbuatannya tersebut, mungkin kamu bisa bantu saya, mau bertemu saya, dengan senang hati, kalau saya semua saya bohong saya bisa ada saksi orang tua, keluarga ataupun saudara saya bisa ikut bercerita tentang masalah ini, saya dengan senang hati dan terimaksih mau bantu saya untuk tolong sampaikan ke ira